Pesan sponsor!

2009/08/08

Hangeul Jadi Alfabet Resmi di Indonesia

♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥
~korean addicted~ ^-^V
♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥
Alfabet resmi di Indonesia emang alfabet latin, tapi untuk satu tempat di pojok kanan bawah pulau Sulawesi, tepatnya di Pulau Buton, Kota Bau-bau, terdapat suku Cia-cia malah menggunakan hangeul jadi alfabet resmi mereka.

Hangeul/ Hangul merupakan alfabet resmi yang digunakan untuk menulis bahasa Korea. Menurut sejarahnya Hangeul diciptakan oleh Sejong Daewang (Raja Besar Sejong) pada tahun 1443. Setiap tanggal 9 Oktober diperiganti sebagai 'Hari Hangeul'.

Lalu kenapa Suku Cia-cia memilih hangeul untuk menjadi alfabet resmi mereka? Jawabannya adalah dikarenakan suku tersebut belum memiliki sistem penulisan. Seperti orang yang Jawa yang memiliki Hanacaraka sebagai alfabet bahasa jawa, maka suku Cia-cia memakai Hangul sebagai alfabet resmi mereka.

Bahasa suku Cia-cia yang memiliki jumlah penduduk 60 ribu itu terancam punah karena kekurangan sistem penulisan yang tepat. Dengan bantuan organisasi Ilmiah lokal-lah yang membuat suku Cia-cia menerapkan Hangeul sebagai alphabet sendiri. Hal itu merupakan yang pertama kali bahasa Korea menjadi alat resmi untuk komunikasi di luar teritori Korea.

http://world.kbs.co.kr/src/images/news_issue/i_090807_l.jpg
~Murid Sekolah Dasar dengan waktu 4 jam per minggunya mempelajari Hangeul~

Selain itu, Lembaga riset Hunminjeongum dan kelompok masyarakat ilmiah terkait Korea mengusulkan Hangeul sebagai sistem penulisan untuk mencatat bahasa suku pribumi di daerah itu. Pada bulan Juli 2008, lembaga itu menandatangani Nota Kesepahaman dengan suku Cia-cia untuk menggunakan Hangeul sebagai alat komunikasi resmi mereka. Sebagai tindak lanjut, lembaga riset itu menerbitkan buku pelajaran untuk suku itu untuk belajar bahasa Korea. Adalah Profesor Universitas Nasional Seoul Lee Ho young, membantu untuk menciptakan buku pelajaran untuk suku minoritas di propinsi tersebut.

http://triyanifajriutami.files.wordpress.com/2009/08/bahasa-cia-cia1.jpg?w=220&h=216

Lee Ho young sendiri telah mengajarkan hangul sejak 21 Juli 2009. Menurut profesor, Suku Cia-cia sebenarnya bisa berbicara dalam Bahasa Indonesia. Namun suku tersebut buta huruf sehingga tidak bisa menulis.

Saat datang ke pemukiman suku tersebut, Lee pun mengajarkan huruf Hangeul kepada anggota suku. Tujuannya, agar Suku Cia-cia dapat memelihara bahasa aslinya meski menulis dengan huruf Korea.

"Suku Cia-Cia sekarang dapat memelihara bahasa asalnya (dengan menuliskannya mengunakan Hangeul)," kata Profesor seperti dilansir The Straits Times, Jumat (7/8/2009).

http://triyanifajriutami.files.wordpress.com/2009/08/kata-cia.jpg?w=341&h=538
~kata-kata bahasa suku Cia-cia (penulisan dengan aksara latin) yang nantinya penulisannya menggunakan aksara hangeul~

Contoh kata seperti bucu (singgah) menjadi 모퉁이, baju menjadi 바주, makan menjadi 마칸.

Jadi, mau belajar Hangeul? Let's go to pulau Buton now.. :D

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

KoreanAddicted